For any commercial use case you might ask me for obtaining a granted license for appropriate use fees.Please don’t hesitate to contact me at : heroe@colorofbali.com, if you are interested in my photography work. High resolution versions of many photos are available on demand. All photos’ are under copyright by photographer.
COLOR OF BALI – PICTURE OF LIFE » Event

Archive for the ‘Event’ Category

Barong Dance

by Heroe Bagoes on Tuesday, April 6th, 2010

Barong Dance is one of Balinese dance which is a pre-Hindu cultural heritage in addition to dance Sangyang is Barong Dance. The word comes from the word Bahruang barong which means the animal bears, an animal is a mythology that has supernatural powers, is regarded as a protector of animals.

But, along with tourism development, ultimately these dances are often performed in the interest of tourism. Barong Dance describes the struggle between Truths against crime. Barong is a prehistoric animal that describes the goodness and Rangda is a very sacred animal symbolizing ancient evil.

Here are some pictures from the Barong Dance  :))

Gebogan-Pajegan Bali

by Heroe Bagoes on Friday, March 26th, 2010

Istilah ,bali gebogan atau yg lazim di sebut dengan pajegan yang bahannya dari buah-buahan dan jajan bali ,untuk di hatur kan ke pura -pura hindu bali .

Setiap hari raya odalan /upacara di pura-pura besar di bali ,ibu-ibu yg bisa membuat gebogan dengan dekorasi yang unik dan tertata dg rapi kemudian di bawa ke pura-pura untuk di haturkan..

Location: Bali

My Painting

by Heroe Bagoes on Tuesday, October 6th, 2009

Hidup memang harus dibuat penuh warna agar terlihat dan terasa indah. Lihatlah warna-warna bunga yang ada yang telah tercipta untuk mewarnai dunia ini, indah bukan? Merah, putih, biru, dan aneka warna yang lain.

Setiap warna adalah bagian dari cerita hidup kita yang akan menghiasi kehidupan ini. Setiap dari kita tentunya mempunyai warna kehidupan yang berbeda meskipun beberapa diantaranya ada yang sama. Tapi percayalah kesamaan itu bukan hal yang direncanakan sebelumnya apabila kita melihat dari sisi manusia.

Terasa keindahan terpancar dari warna-warni yang mekar pada pohon kehidupan ini.  Setiap episode pada pohon kehidupan memiliki warna yang tersendiri. Tapi harus diingat munculnya warna-warna dalah kehidupan ini adalah hasil coretan tangan kita. Tidak ada istilah kebetulan dalam hidup ini, tidak percaya? Adakah seorang pelukis yang tidak sengaja membuat lukisan yang bernilai maha karya? Tidak, bahkan seorang Leonardo Da Vinci pun melukis Monalisa dengan kesengajaan dan kesungguhan untuk mengekspresikan rautan hatinya.

Hidup ibarat melukis. Kanvas putih yang masih kosong adalah lembar baru kehidupan kita yang dimulai ketika kita bisa menghirup udara di luar rahim ibu dan menjadi penghuni bumi yang baru. Dari situlah kegiatan melukis kita dimulai. Awalnya kita dibimbing oleh orang tua kita harus menggambar apa atau mau diapakan lukisan buatan kita.

Seiring waktu, kita dilepas dari “tata”an orang tua dan dibiarkan berkreasi dengan pikiran, imajinasi, dan segenap kemampuan kita dalam melukis, dengan harapan kita bisa menjadi pelukis handal. “Melukis” tidak hanya dinilai dari bagus atau tidaknya karya, mahal atau tidaknya bahan yang digunakan, tapi juga menyangkut seni, seni kehidupan.

Bagaimana kita melukis sama saja dengan bagaimana kita memandang kehidupan kita, menentukan setiap tindakan , memaknai kehidupan itu sendiri karena hidup penuh makna. Bisa kita renungkan, semua karya lukisan yang ada, baik dari pelukis terkenal, pelukis amatir, maupun dari orang yang sama sekali tak punya bakat seni tapi tetap mencoba membuat lukisan, semuanya pasti punya arti, meskipun kadang gambarannya abstrak, tak jelas atau sekedar corat-coret.

Begitu pula dengan hidup dan kehidupan kita. Kita semua punya hak untuk menjadikan hidup kita seperti apa, lukisan hidup apa yang kita buat, warna apa yang kita toreh pada kanvas kiat. Semua tergantung pada diri kita sendiri, hingga nanti, ketika tak sanggup lagi melukis di atas kanvas, ketika tangan tak mampu lagi memegang kuas, ketika mata tak mampu lagi meneliti setiap warna, atau mungkin ketika kita tak lagi mendapat kesempatan untuk melukis, orang-orang bisa melihat betapa indahnya lukisan kita, betapa bermaknanya karya kita. Sekarang apa yang sedang kita lukis pada kanvas kita?

Hello Bali!

by Heroe Bagoes on Wednesday, June 17th, 2009

Photo Diri I’m not photographer but I have photography hobby. Information Technology (IT) is my main jobs in Bali.

Ever since I first bought a camera in 7 February 2009, I have been passionate about photography. Although I made my first of photographs soon after buying this camera, it took me to commit to a photography hobby.

I now shoot with digital equipment almost always. The magic of photography has not only intrigued me, but the translation from the click of the shutter to a finished image has always amazed me.

So, “It’s changed the way I live and make photos” why not?

Heroe Bagoes @2009

For any commercial use case you might ask me for obtaining a granted license for appropriate use fees. Please don’t hesitate to contact me at : heroe@colorofbali.com 0r heroe_bagoes@yahoo.com, mobile phone : +628179707270.  if you are interested in my photography work. High resolution versions of many photos are available on demand. All photos’ are under copyright by photographer.

For any commercial use case you might ask me for obtaining a granted license for appropriate use fees.Please don’t hesitate to contact me at : heroe@colorofbali.com, if you are interested in my photography work.
High resolution versions of many photos are available on demand. All photos’ are under copyright by photographer.